RXS Blog | Jika padam ujung ceritanya bakal berakhir di angan-angan

Kalo lihat di sini, di kota ini, kawan-kawan bisa tumbang menyerah dijalur non-mainstream. Vakum berhenti karena ya.. salah satunya minim apresiasi. Bukan cuma tergerus dengan arus mainstream, pun soal minimnya fasilitas, tidak terkoneksi nya dengan media dan regulasi yang kompleks.

Meski miskin dari segala sisi, kawan-kawan harus tetap semangat.

Kedai 9 (Foto by Tape Uli)

Well, semua tahu Dangdut always forever, yang musiknya mudah diterima, selera warga nusantara, dan bisa gelar panggung dimana saja.

Ada saat kita diatas, ada saat kita dibawah, yang penting jangan sampai terinjak.

Punkrock ini bukan sekedar musik, sudah mendarah daging dan menancap di jiwa.. ‘jleb’. Musik ini bisa dinikmati juga bisa mengusik telinga orang-orang yang sudah tua atau pun merasa tua. Bahkan dianggap musik yang “disepelekan”.

Untuk itulah meski dianggap sebelah mata, selama masih punya mimpi yang sama, harus terus di bakar semangat nya, jangan sampai padam, sebab jika padam ujung ceritanya bakal berakhir di angan-angan.

Jika salah satu dari kawan ada yang bilang “Andai saja kota ini tidak miskin apresiasi..” bolehlah kita jawab… “Brader, rock n’roll itu gak akan mati.. selama kita masih disini, dan selama kita terus bersama.”

Persahabatan dijaga dengan baik, berikan aroma harum yang menawan, jika lelah lekas bangkit, harus solutif, hapus kegelisahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.